Rabu, 24 Februari 2010

FanFic Bideok After Love 22

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
TWENTY SECOND SCENE
UNFULFILLED AMBITION
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yeomjong menggebrak meja dengan tidak sabar. Seokpum yang terkejut sampai tersentak ke belakang. ”Aku sudah dua hari di sini dan aku tidak tahan lagi!!!” geramnya. ”Kau harus keluarkan aku dari sini! Malam ini juga!”

”Sabar dulu, semuanya kan ada prosesnya. Sekarang aku sedang mencarikan pengacara terbaik untukmu...” namun ucapannya terputus oleh mata Yeomjong yang menatap marah padanya.

”Semua karena kecerobohanmu! Kenapa kau tidak membayar orang saja untuk mengedit foto itu! Dari dulu kau selalu tolol!”

”Tapi semuanya kan perintahmu! Aku hanya mencoba menjalankannya, dan...” Yeomjong lagi-lagi menggebrak mejanya dengan tidak sabar.

”Malam ini juga!” desaknya. ”Aku tidak harus hidup di bawah cahaya! Di dalam kegelapan pun, semua tujuanku akan kucapai! Dan tidak akan ada yang menghalangiku! Munno, Mishil, Wolya, ataupun Bidam! Bahkan kau sekalipun!”
------------------------------==========================--------------------------------
”Aku harus minta maaf padamu...” ujar Bidam sambil tersenyum pada Deokman yang duduk di sampingnya. Pemotretan tahap pertama baru saja berakhir.

”Hm? Untuk apa?” tanya Deokman sambil sesekali tersenyum. ”Boleh dibilang, karena ide dadakanmu, aku jadi bisa merasakan banyak pengalaman baru. Ternyata berdiri di depan kamera memang tidak mudah...” gadis itu tersenyum malu sambil menghembuskan nafas pelan.

”Karena itulah, aku mau minta maaf padamu...” sambung Bidam.

”Juga karena tidak menceritakan apapun tentang rencanamu atau bahkan meneleponku?” tanya Deokman sambil memberikan senyuman masam.

”Ya, karena itu juga...” sahut Bidam. ”Dan sebagai permintaan maaf, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat...”

”Oh ya? Dimana itu?” tanya Deokman dengan mata berbinar. Rasanya benar-benar kalau ada hal yang bisa membuatnya melupakan semua pemotretan di sini. ”Apakah kita akan segera pergi?” tanyanya lagi.

”Segera, tentu saja,” angguk Bidam sambil menggenggam tangan Deokman. ”Tapi setelah semua pemotretan dan pemngambilan gambar video klip musikku selesai...” tambahnya, disambut senyuman terpaksa di bibir Deokman.

”Oh, rasanya aku ingin semuanya segera selesai. Aku tidak yakin dengan penampilanku di depan kamera, rasanya begitu kaku...” Deokman menutup kedua pipinya yang terasa panas.

”Sebagai pemula, kau cukup bagus,” puji Bidam tulus. ”Lagipula, seharusnya tidak terlalu sulit bukan, untuk berakting sebagai wanita yang mencintaiku?” tanyanya dengan senyum menggoda.

Deokman tertawa malu. ”Iya sih,” ujarnya. Namun hatinya berkata lain. ”Justru karena kau, makanya aku nggak bisa konsentrasi! Mana ada wanita yang nggak meleleh kalau kau menatapnya seperti itu!”

”Deokman? halo? Kau nggak mendnegarkan aku ya?” tanya Bidam sambil mendekatkan wajahnya. Deokman tersentak mundur karena kaget. Ia merasakan jantungnya berdebar begitu keras karena wajah Bidam begitu dekat. Begitu dekatnya sampai ia mengira pria itu akan menciumnya.

”Maaf kalau kau jadi kaget, tapi sepertinya kau asyik melamunkan sesuatu tadi...” ujarnya sambil emrangkul Deokman pelan. ”Yah, aku hanya mau bilang kalau aku akan mengajakmu pergi ke Gyeongju lagi...”

”Eh? Geongju?!” mata Deokman berbinar senang sekaligus heran. ”Kenapa? Ada alasan khusus?”

”Semuanya itu berkaitan dengan mimpi-mimpiku. Dan rasanya aneh. Alcheon sempat beberapa kali memimpikannya, namun akhir-akhir ini ia tidak lagi memimpikannya. Namun untukku, semuanya semakin jelas, semakin membentuk gambaran utuh, dan aku semakin tersedot ke dalamnya...”

”Mimpi apa maksudmu?” tanya Deokman dengan dada berdebar-debar.

”Mimpi tentang sebuah kerajaan, seorang pria, seorang wanita, dan sebuah akhir mengenaskan dari pria yang mencintai wanita itu, Ratu Shilla...” Bidam tidak mampu meneruskan kalimatnya karena Deokman tahu-tahu sudah pingsan di hadapannya.

---------------------=============to be contnued===========---------------------------

Tidak ada komentar: